Literasi keuangan dapat disampaikan melalui pendekatan yang lebih kreatif dengan memadukan unsur edukasi dan pengalaman yang relevan bagi audiens. Pendekatan ini terlihat dalam LPS KOL Workshop bertajuk Spending Smart, Saving Hard yang digelar Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Literaworks di Lokananta, Solo, beberapa waktu lalu.
Program tersebut melibatkan 20 kreator konten atau key opinion leader (KOL) terpilih dari wilayah Soloraya, Semarang, dan Yogyakarta. Melalui kolaborasi ini, LPS berupaya menjangkau generasi muda sekaligus memperluas pemahaman tentang literasi keuangan melalui media sosial.
Kegiatan ini juga menjadi contoh bahwa edukasi dapat dikemas dalam format yang lebih interaktif, tanpa harus terbatas pada seminar formal. Ketika dikemas dengan konsep yang sesuai dan pengalaman yang menarik, pesan edukasi berpeluang meninggalkan kesan bagi peserta sekaligus menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Bagi brand, perusahaan, maupun lembaga yang ingin mengadakan program serupa, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk menjadikan event sebagai bagian dari strategi komunikasi. Dengan demikian, sebuah event tidak hanya berfungsi sebagai agenda pertemuan, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan pesan yang selaras dengan identitas dan tujuan penyelenggara.
Literasi keuangan merupakan pemahaman yang membantu seseorang mengambil keputusan finansial secara lebih bijak. Topik ini relevan untuk berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda yang setiap hari berhadapan dengan tren konsumsi, transaksi digital, dan beragam pilihan keuangan. Tantangannya adalah bagaimana membuat pesan tersebut terasa dekat dengan kehidupan audiens.
Materi yang penting belum tentu menarik perhatian apabila disampaikan tanpa mempertimbangkan karakter peserta dan konteks yang mereka alami. Event dapat menjadi salah satu medium untuk menghadirkan edukasi dalam suasana yang lebih interaktif. Workshop, diskusi, pertemuan komunitas, hingga kolaborasi dengan kreator konten bisa menjadi bagian dari pengalaman yang mempertemukan informasi dengan interaksi langsung.
Dalam LPS KOL Workshop, pendekatan tersebut terlihat melalui keterlibatan 20 kreator konten dari tiga wilayah. Kehadiran para KOL tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan, tetapi juga berkaitan dengan tujuan memperluas penyampaian pesan literasi keuangan melalui media sosial. Bagi organisasi yang memiliki tujuan serupa, kegiatan ini dapat menjadi referensi bahwa topik edukasi publik memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi program komunikasi yang lebih menarik dan relevan bagi audiens.
Event memiliki potensi untuk menjadi titik temu antara brand dan audiens. Melalui kegiatan yang dirancang sesuai konteks, organisasi dapat menghadirkan pengalaman langsung yang mendukung pesan komunikasi mereka. Potensi tersebut dapat diterapkan dalam berbagai kebutuhan, seperti:
LPS KOL Workshop menjadi contoh bagaimana kegiatan edukasi literasi keuangan dapat dikembangkan dengan melibatkan kreator konten. Pendekatan ini relevan bagi organisasi yang ingin mempertemukan tujuan edukasi dengan kebutuhan komunikasi digital.
Namun, setiap brand memiliki kebutuhan dan karakter audiens yang berbeda. Karena itu, konsep event perlu disesuaikan dengan tujuan masing-masing, baik untuk meningkatkan awareness, memperkuat engagement, memperkenalkan program, maupun membangun hubungan dengan komunitas.
Pengalaman sebuah event tidak selalu berhenti ketika kegiatan selesai. Dokumentasi dan publikasi dapat membantu memperluas cerita kegiatan kepada audiens yang tidak hadir secara langsung.
Rangkaian publikasi ini memperlihatkan bahwa kegiatan offline juga memiliki materi yang dapat dinikmati audiens melalui kanal digital.
Bagi brand, hal ini membuka peluang untuk memperpanjang masa komunikasi sebuah event. Cerita kegiatan dapat hadir kembali melalui dokumentasi, konten media sosial, publikasi media, dan materi komunikasi lain yang sesuai dengan kebutuhan.
Dengan demikian, event dapat menjadi bagian dari pengalaman langsung sekaligus memiliki nilai komunikasi yang berlanjut setelah acara berakhir.
Setiap brand memiliki cerita, tujuan, dan audiens yang berbeda. Ada yang ingin menyampaikan edukasi kepada masyarakat, membangun hubungan dengan komunitas, memperkuat engagement, atau menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan konsumennya.
Kebutuhan tersebut dapat dikembangkan melalui event yang relevan dengan karakter brand dan tujuan komunikasinya. Literaworks hadir sebagai agensi komunikasi strategis yang membantu brand dan organisasi mengembangkan komunikasi berbasis konteks dan dampak.
Melalui layanan komunikasi strategis, pengembangan konten dan media, kanal digital, serta event dan engagement, Literaworks dapat menjadi partner bagi organisasi yang ingin menghadirkan program komunikasi sesuai kebutuhan mereka.
Jika Anda sedang merencanakan workshop, KOL gathering, community event, atau kampanye edukasi untuk brand maupun organisasi, Literaworks terbuka untuk menjadi partner dalam mengembangkan ide dan konsep yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Punya rencana membuat event untuk brand atau organisasi Anda? Mari diskusikan kebutuhan dan ide kolaborasinya bersama Literaworks.